Bank Kalsel

  • 01.jpg
  • 3.jpg
  • 7.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 17agt.jpg
  • 2leflet-depan2.jpg
  • edc_banner.jpg
  • mb_banner.jpg
  • ojk_investigasi_bodong.jpg

SOSIALISASI KETENTUAN PRODUK PEMBIAYAAN PEMILIKAN RUMAH FLPP iB AR-RAHMAN

      Demi memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal masyarakat yang semakin tinggi dan dalam rangka mempermudah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki hunian layak pemerintah menyelenggarakan Program Sejuta Rumah. Sebagai pendamping, pemerintah turut mencanangkan program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR/FLPP) yang akan disalurkan oleh perbankan di Indonesia.

     Bank Kalsel kembali ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu bank pelaksana dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah bersubsidi tersebut, dalam hal ini Unit Usaha Syariah Bank Kalsel yang menjadi pelaksananya.

     “Kami mengapresiasi secara penuh program pemerintah ini, dikarenakan Bank Kalsel berkomitmen turut mendukung terhadap kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan dan karena pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merupakan tanggung jawab kita bersama”, ujar Direktur Kepatuhan Bank Kalsel H. I G.K. Prasetya.

      Untuk mendukung kapasitas pegawai Bank Kalsel dalam menyalurkan pembiayaan tersebut, Bank Kalsel bersama dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mengadakan sosialisasi kepada para petugas pemasar Bank Kalsel mengenai ketentuan produk pembiayaan pemilikan rumah FLPP iB Ar-Rahman. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Bank Kalsel Kantor Pusat Lantai 7 Banjarmasin pada tanggal 10 April 2018.

      Tujuan dari sosialisasi tersebut tidak lain adalah untuk memberikan pemahaman dan persamaan persepsi mengenai ketentuan produk pembiayaan pemilikan rumah FLPP dan teknis pelaksanaan dari perencanaan, sasaran, verifikasi, pengujian dini, sosialisasi dan promosi, pengelolaan rekening, rekonsiliasi, pemantauan, hingga evaluasi, agar pembiayaan yang disalurkan lebih maksimal dan tepat sasaran.

      “Semoga dengan ini kami dapat mewujudkan harapan masyarakat Kalimantan Selatan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni namun tetap terjangkau”, harap Prasetya.