Bank Kalsel

  • 01.jpg
  • 3.jpg
  • 7.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 2leflet-depan2.jpg
  • edc_banner.jpg
  • mb_banner.jpg
  • ojk_investigasi_bodong.jpg

WORKSHOP SPIN OFF DAN MERGER UUS BPD SE-KALIMANTAN

     Banjarmasin, 16 Mei 2018 - Spin off dan merger menjadi salah satu isu penting perbankan syariah dewasa ini, sebagaimana yang terkandung di dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah, menyebutkan Bank Umum Konvensional wajib melakukan Pemisahan UUS menjadi Bank Umum Syariah. Hal ini menjadi perhatian Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada di Kalimantan, yang juga mempunyai Unit Usaha Syariah (UUS).

     Dalam rangka menyikapi peraturan tersebut Bank Kalsel, Bank Kaltimtara, Bank Kalteng dan Bank Kalbar bersama-sama mengadakan kegiatan bertajuk “Workshop Spin Off dan Merger UUS BPD se-Kalimantan” di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, yang dihadiri oleh jajaran komisaris, direksi serta pejabat senior. Workshop tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyangkut strategi, model bisnis, konsep dan tahapan merger atau spin off, implikasi yang timbul, critical issue, cost yang harus ditanggung serta aspek hukum dan bisnis dalam pembentukan Bank Umum Syariah (BUS) yang terpisah dari bank induknya.

     Dijelaskan lebih lanjut oleh Komisaris Utama Bank Kalsel Ary Bastari, workshop digelar untuk persiapan lebih lanjut mengantisipasi realisasi peraturan wajibnya spin off UUS BPD di tahun 2023 nanti.

     Workshop tersebut juga dihadiri oleh konsultan atau pembicara ekspert di bidang merger perusahaan / perbankan di Indonesia, serta turut hadir Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 9 Kalimantan M. Nurdin Subandi.